Kesehatan

Cara Mengatasi Alergi Protein Susu Sapi

Adakah yang memiliki alergi terhadap alergi protein susu sapi? Tentu saja ada. Bahkan banyak yang mengalaminya. Baik dari kalangan bayi sampai dewasa. Akan tetapi, yang berpotensi paling besar mengalami hal tersebut adalah bayi. Apa alasannya? Karena seorang bayi memiliki sistem pencernaan yang belum sempurna. Kekebalan yang ia miliki juga belum sekuat orang dewasa. Sehingga, bisa saja susu sapi yang masuk menjadi alergen bagi bayi dan menimbulkan beberapa gejala alergi bermunculan. Namun, tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga bisa mengalami alergi. Rata-rata, terjadinya alergi pada orang dewasa karena faktor keturunan dan adanya faktor penyakit lain. Sebelum membahas mengenai cara mengatasi alergi akibat susu sapi, kita akan mengenal terlebih dahulu apa itu alergi dan kandungan yang ada di dalam susu sapi. Alergi adalah salah satu reaksi dari sistem kekebalan tubuh yang kita miliki terhadap suatu bahan makanan atau minuman yang dikonsumsi. Makanan atau minuman tersebut akan dianggap sebagai hal yang berbahaya dan mengancam. Oleh karena itu, akan ada peningkatan jumlah antibodi yang dihasilkan oleh tubuh. Jumlah antibodi yang dihasilkan bisa memicu lepasnya beberapa zat kimia. Zat kimia inilah yang akan menimbulkan beberapa gejala alergi. Ada beberapa gejala yang perlu diketahui. Gejala yang pertama adalah merasa gatal-gatal pada tumbuh dan timbul bintik merah pada kulit. Terkadang, banyak orang yang salah perkiraan terhadap bintik merah yang timbu. Beberapa orang mengira itu adalah gejala campak. Oleh karena itu, perlu juga mengetahui beberapa gejala lain agar bisa menentukan apakah bintik merah tersebut merupakan gejala alergi atau campak. Gejala lainnya adalah diare. Diare memang sering terjadi ketika seseorang mengalami alergi. Jika diare terjadi secara terus-menerus, maka akan menimbulkan dampak lain. Yaitu dehidrasi dan lemas pada tubuh. Ia akan merasa tidak memiliki tenaga untuk melakukan aktivitas. Lalu, gejala yang selanjutnya yaitu mengalami gangguan pernafasan. Salah satu contohnya adalah sesak nafas. Kemudian, seseorang yang mengalami alergi juga akan mengalami batuk-batuk dan bersin-berin secara terus menerus.

Mengetahui gejela alergi protein susu juga bisa diketahui dengan adanya perubahan warna pada kulit dan mata. Keduanya akan menjadi berwarna merah dan mata berair. Di beberapa bagian tubuh akan terjadi pembengkakan seperti di wajah. Wajah adalah bagian tubuh yang paling cepat membengkak. Tetapi, setaip orang memiliki tingkat keparahan alergi yang berbeda-beda. Karena daya tahan tubuhnya pun juga berbeda. Ada yang mengalami alergi ringan sampai yang berat. Bahkan, ada juga reaksi alergi yang berakibat fatal bagi tubuh dan biasa diebut dengan anafilaksis. Jika anda sudah sampai pada tahap ini, maka jangan menganggap remeh. Penanganannya harus dilakukan oleh tenaga medis yang berpengalaman. Karena kasusnya sudah termasuk darurat. Terdapat beberapa gejala anafilaksis yang perlu diketahui. Gejala yang pertama adalah saluran udara akan terhambat. Sehingga, udara yang masuk akan semakin sulit. Ini menimbulkan terjadinya sesak nafas. Lalu, tenggorokan pun juga ikut tersumbat dan menyebabkan adanya gangguan pernafasan. Lalu, tekanan darah pun akan mengalami penurunan secara drastis. Tekanan darah yang sangat rendah akan sangat beresiko bagi kesehatan tubuh. Bahkan bisa membuat seseorang merasa sangat pusing sampai pada akhirnya jatuh pingsan. Jika pada gejala yang ringan gejala gatal-gatal hanya terjadi di beberapa bagian tubuh saja, lain halnya jika sudah mengalami anakfilasis. Gatal yang dirasakan berada di sekujur tubuh. Apabila sudah seperti ini, segera untuk temui dokter agar mendapatkan tindakan yang benar.

Lalu, bagaimana cara mengatasi alergi protein susu agar tidak membahayakan tubuh? Yang pertama, harus melakukan pemeriksaan dengan dokter apakah benar memiliki alergi terhadap protein susu atau tidak. Tujuannya, agar obat yang dikonsumsi pun sesuai dan bisa mengetahui langkah apa yang harus

dilakukan. Ada beberapa tes yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah positif alergi atau tidak. Tes yang pertama yaitu tes darah. Dalam tes darah ini, memiliki tujuan untuk mengukur Immunoglobulin E pada darah. Kemudian, dilakukan juga tes kulit. Seorang dokter yang melakukan tes kulit akan menciptakan tusukan kecil pada kulit. Setelah itu, protein susu diteteskan pada tusukan kecil yang sudah dibuat. Apabila pada daerah tusukan itu terdapat benjolan dan anda merasa gatal. Itu artinya anda positif memiliki alergi susu sapi. Jika sudah positif, yang harus anda lakukan adalah menghentikan konsumsi susu sapi. Dan juga jangan lupa selalu membawa obat alergi. Karena kita tidak pernah tau apakah makanan yang kita konsumsi mengandung protein susu sapi atau tidak. Jika tetap ingin mengkonumsi susu, akan lebih baik mengganti susu sapi dengan susu kedelai yang lebih aman dan tidak mengandung protein yang sama dengan susu sapi.

Close